Elle 2

 

Kurang lebih kejadiannya pada tahun 2004,

Saat itu saya menggelandang, hidup tidur di sudut-sudut gelap parkiran gedung di daerah Lokasari yang luput dari pantauan security, karena saat itu uang sudah habis dan tersisa hanya Rp.500,- . Pikiran saat itu sedang kalut dan merasa sudah tidak ada jalan keluar, saat pikiran sedang galau, saya bisa masuk ke suatu diskotik di Lokasari dengan mengikuti orang-orang yang mau masuk dan beracting seperti bagian dari kelompok mereka, sok kenal sok dekat, dan mengobrol dengan mereka jadi bisa nebeng makan dan minum gratis, dan juga seringkali dapat inex gratis, yang tidak pernah saya makan tetapi saya simpan ke dalam kaos kaki dan pada akhirnya akan saya berikan kepada cewek yang bersikap menyebalkan.

Di dalam diskotik yang gelap dan hanya ada lampu kerlap-kerlip, saya suka sekali memandangi orang-orang, memperhatikan detailnya, memperhatikan gerak geriknya, bahasa tubuhnya dan ekspresi wajahnya, satu persatu, dan saat itu ada seseorang wanita cantik yang mempunyai sepasang mata berwarna biru, berambut pirang dengan tinggi kurang lebih 165 cm, bajunya sama dengan wanita wanita lainnya, namun yang berbeda adalah pandangan matanya, gerak geriknya, bahasa tubuhnya dan ekspresi wajahnya, saat itu dia berdua dengan teman wanita yang cantik juga namun terlihat normal di pengamatan saya.

Sambil meminum segelas long island, tanpa sadar saya keluar dari diskotik, diskotik tersebut terletak dilantai atas, dan ada pelataran parkirnya, saat itu saya sedang menatap ke bawah, dan saya berada di sudut pelataran parkir yang sepi, siap-siap untuk mengakhiri hidup, saya berdiri dan berpegangan pada tembok yang apabila saya lepaskan, pastilah saya terjun bebas, dan mengakhiri hidup saya yang tanpa arti, terbayang masa-masa hidup saya, dikelilingi oleh lingkungan toxic, lingkungan yang hanya bisa menyakiti dan tidak pernah mau mengerti, selalu terputar kembali rasa sakit yang sama, rasa sakit dari perasaan diabaikan, sulit mendapatkan uang dan sulit mendapatkan pasangan, saat-saat sebelum melompat dan melepaskan pegangan pada pinggir pagar tembok, hanyalah memori memori menyakitkan dari masa kecil sampai dewasa, dan salah satunya adalah perbuatan seorang gay yang melecehkan saya, perasaan saya seperti korban pemerkosaan, saya memejamkan mata dan melepaskan pegangan saya di pinggir tembok lalu melompat.

Lalu ...

Semuanya gelap, saya merasa saya jatuh dan menyentuh lantai

Namun ternyata saya jatuh di lantai karena ada yang menarik saya, ya, yang saya lihat adalah ada seseorang wanita bertubuh besar dan gemuk, ternyata dia yang menarik saya, dia berteriak teriak marah

Namun di dalam otak saya yang saya lihat hanyalah gerakan bibirnya saja, tidak jelas saat itu apa yang dia ucapkan, namun singkat cerita, saya diajak kembali ke dalam diskotik dan duduk satu meja bersama dia, saya lupa namanya wanita gemuk yang menyelamatkan saya, yang pada akhirnya saya pacaran dengan dia, dan putus karena ternyata dia sudah punya pacar juga, yang sama-sama seorang wanita.

Sejak kejadian saya diselamatkan dari tindakan percobaan bunuh diri tersebut, saya seringkali menyelematkan orang yang ingin bunh diri, hingga detik ini, jumlahnya tidak pernah saya hitung, namun terasa banyak sekali nyawa yang sudah saya selamatkan, dan pernah juga saya menyelamatkan seorang wanita yang ingin melompat dari gedung, saya berhasil membuat dia tidak melompat dengan cara mentraktir dia makan.

Pada suatu hari, saya berkerja menjaga sebuah toko di Mall yang sepi pengunjung, disitu saya tidak digaji, hanya mendapatkan uang makan dan ongkos jalan saja, ketika saya berjalan saya melihat ada toko juga yang sepi, toko itu menjual pakaian dalam wanita, dan saya perhatikan penjaga toko tersebut, wajah dan matanya yang biru, pernah saya lihat, saya memberanikan diri berkenalan dengan dia, dengan mengenalkan diri dengan nama Gabrielle, dan panggilannya Elle, mengobrol dengan Elle, waktu terasa sangat singkat, sambil menatap sepasang mata birunya, yang saya sepat kira itu adalah soft lens ternyata bukan, Elle adalah pribadi yang menarik dengan cara berpikir yang berbeda dari wanita-wanita lainnya, dia suka sekali muski dan suka sekali menggoyangkan tubuhnya, dan dalam pikirannya sama sekali tidak memikirkan tentang uang atau belanja, berbeda sekali dengan wanita lainnya, dan terkadang dia berbicara dengan bahasa yang tidak saya mengerti, tempat tinggalnya juga misterius, dimana kami pernah janji berjumpa dengan dia, dalam sekejap mata di hadapan kami ada Bajaj, dan ketika masuk ke dalam Bajaj tersebut, dalam waktu singkat, kita berada di tempat lain.

Sepertinya, Elle dan supir Bajaj tersebut bukan manusia. Karena mereka sempat mengobrol dengan menggunakan bahasa yang tidak saya mengerti. Satu hal yang aneh, sang supir Bajaj mempunyai wajah yang tidak jelas terlihat, seperti blur.

Pernah pada suatu hari saya dan Elle pergi ke tempat kost dengan kendaraan Bajaj dengan waktu yang sangat singkat, dan kami bercinta disana, namun pada waktu yang sama, saya merasakan sedang berada di dua tempat sekaligus, yang satu saya seperti berbicara dengan seseorang di toko jam, dan yang satu lagi seperti saya sedang berada di kantin tempat makan vegetarian.

Semuanya terjadi seperti saya berada di tiga tempat sekaligus

Mendadak sekeliling saya seperti berada di tiga tempat dan tiga kejadian sekaligus menyatu, dan saat itulah, saya kehilangan kesadaran, membuka mata dan berada di tempat yang sama sekali asing bagi mata saya, pemandangan aneh...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar