Client Pertama


Kalau diingat-ingat siapakah client pertama saya, waktu itu tahun 2002, saya kost di daerah kota, disana saya berkenalan dengan seseorang yang berkerja di radio, dia adalah seorang member senior forum supranatural kaskus, mungkin nicknamenya tidak akan saya sebutkan disini untuk menjaga privacy beliau.

Client pertama saya, saya dapatkan dari beliau, dimana client saya tersebut adalah seorang bayi yang mengalami gangguan, ketika maghrib, bayi tersebut sering menangis meraung-raung, ada yang bilang itu karena diganggu jin, diganggu setan.

Saya selesaikan gangguan ghaib tersebut dengan jalan negosiasi, dan ritual kecil-kecilan, namun ternyata ada sedikit perlawanan, dimana saya terpaksa mengambil tindakan keras, agar si bayi tidak terganggu.

Hal yang cukup unik disini ternyata adalah, kakak si bayi mempunyai kemampuan melihat mahluk ghaib, saya mentest anak kecil ini dengan cara menanyakan ada mahluk apa di telapak tangan saya.
Dan dia berhasil menjawab dengan benar, dia menjawab "Pikachu"

Saya sering kali menjadi bahan tertawaan, para paranormal yang mengaku bisa melihat mahluk ghaib, dan mereka meng claim tidak ada mahluk ghaib seperti Pikachu, namun perkataan anak kecil kakak sang bayi ini menenangkan pikiran saya, "ternyata saya tidak gila, saya punya teman" begitulah isi pikiran saya saat itu.

Dan anehnya lagi ketika saya pulang dari kediaman mereka, saya menemukan batu mustika yang wujudnya mirip pikachu, saya sebut saja itu mustika Pikachu.

Kata-kata anak kecil kakak sang bayi dan mustika Pikachu, membuktikan saya tidak gila seperti yang diomongkan orang-orang atau paranormal lain.

Dan saya juga belajar bahwa, tidak semua paranormal yang mengaku bisa melihat mahluk ghaib, itu benar-benar bisa melihat mahluk ghaib, namun yang benar-benar bisa melihat mahluk ghaib adalah mata bathin dari seorang anak kecil yang polos yang tidak pernah merasakan kepahitan dan kekerasan hidup di dunia manusia.

Pada akhirnya, pekerjaan saya telah selesai dengan baik, dan orang tua dari bayi tersebut yang berkerja sebagai penyiar radio, memberikan saya uang angpao, yang sebenarnya saya tolak, saat itu seingat saya, saya diberikan Rp.50.000,- yang pada akhirnya, uang tersebut saya berikan kepada teman saya yang mempunyai seorang bayi untuk dibelikan susu, teman saya ini cukup baik, dia mempunyai istri, yang ternyata anak bayinya adalah hasil dari hubungan istrinya dengan orang lain, tapi beliau sangat sayang kepada istrinya dan merawat bayinya layaknya anaknya sendiri.

Akhirnya saya pulang dengan kondisi hati yang tenang dan senang sekali bisa menolong banyak orang




No comments:

Post a Comment