Pengetestan Keaslian Mustika Kelabang

Banyak yang menanyakan kepada saya, apa sih mustika pertama kali yang saya miliki?
Mustika yang pertama kali saya miliki adalah Mustika Kelabang yang berwarna merah sebesar kacang hijau, Mustika Kelabang yang saya miliki ini saya dapatkan secara tidak sengaja karena di rumah orangtua saya yang terletak di lokasi cukup kumuh, tentu saja banyak kelabang berkeliaran, pada suatu hari, rumah saya kebanjiran, tentu saja saat itu terjadi hujan besar 3 hari berturut-turut, alhasil rumah saya terendam selutut, selain terkena banjir, atap rumah saya juga bocor, selain bocor, saya juga menikmati tamu-tamu lain yaitu kecoak, tikus, ikan lele, dan yang terakhir kelabang.

Pada malam hari, menikmati bunyi tes tes tes bocornya atap rumah yang ditampung oleh ember plastik, serta pancaran sinar lampu petromak karena mati lampu saat itu, rasanya lumayan nyaman
dan nikmat karena cuaca dingin saat itu, namun yang menjadi perhatian saya saat itu adalah suatu sinar kemerahan, yang perlahan-lahan mendekat ke arah saya, tadinya wujud yang samar-samar tidak jelas, perlahan mulai jelas, ternyata seekor kelabang yang panjangnya kira-kira 25 cm mendekat merayap ke arah saya, diatas kepalanya nampak ada sebuah batu kecil merah yang menempel, pada waktu itu saya tidak tahu, apa itu namanya, tapi yang menjadi di dalam pikiran saya "Lumayan ini kelabang kalau ditangkap buat jadi makanan ikan arwana, atau kalau ditangkap dijual di tukang jual ikan, tapi kalau ditangkap kalau kena sengat racunnya gimana? ahhhh sudahlah biarkan saja."

Kelabang itu berjalan sangat lambat sekali ke arah saya, lalu dia diam, saya juga diam melihat batu merah di kepalanya yang bersinar terang saat itu walaupun cahanya tidak mampu untuk mengalahkan pancaran sinar lampu petromak yang saya miliki, dalam hati saya "keren juga nih batu, mau ambil tapi takut kena sengat, ya sudah biarkan saja deh"

Saya menatap kelabang itu sepertinya lama juga, kurang lebih 5 menitan, kelabang itu diam saja, lalu saya berpikir, biarlah dia menemani saya di malam dingin yang sepi, banjir, mati lampu, dan bocornya atap rumah saya, ditambah mama dan adik saya yang pergi ke rumah saudara.

Tak sadar juga waktu berlalu dengan cepat mungkin sudah sekitar 3 jaman kelabang itu terdiam, saya melihat lagi kelabang itu, nampaknya batu merah di kepalanya cahanya mulai memudar, dan kelabang itu mulai melakukan gerakan aneh, tubuhnya meliuk-liuk sedemikian rupa, kejadian itu terjadi kurang lebih 2 menit lamanya, lalu batu merah di kepalanya copot begitu saja, batu merah menyala yang tadinya pudar sekarang cahayanya sudah tidak ada lagi, setelah copot, mendadak kelabang itu bergerak dengan cepat lalu menghilang. Tinggal saya yang terbengong-bengong, apa yang baru saja terjadi barusan tadi, batu merahnya lumayan bagus menurut saya, walaupun batunya sudah tidak menyala tapi warna merahnya cukup bagus, saya tidak mengetahui ini apa namanya, akhirnya saya memutuskan untuk menyimpannya di sebuah kotak kecil.

5 tahun kemudian barulah saya mengetahui bahwa batu merah yang saya miliki itu bernama Mustika Kelabang, saya juga mengetahui dari teman saya bahwa mustika kelabang kalau mau di test keasliannya, dia bisa buat kebal tembak, kebal bacok, bisa buat menang judi dan bahkan bisa melihat tembus tembok. Dia bilang dia juga memilikinya, dia memperlihatkan ke saya mustika kelabang miliknya, wujudnya sama kurang lebih seperti yang saya punya, cuma agak lebih besar, dengan bangganya dia bilang "Punya gue lebih gede nih, lebih kuat daripada punya lu" Dengan bangganya dia mengikatkan batu Mustika Kelabang yang dimilikinya ke badan seekor ayam, lalu dia tembak dengan pistol yang dia miliki, wah saya kaget, saya bilang "Peluru kosong yah", "Enak aja" dia bilang, ini peluru tajam, terus saya bilang "Meleset kali, tembak ayam aja gak becus, tu ayam nya masih hidup" Tadinya pistol yang jaraknya sekitar 3 meteran, sekarang kepala ayam dan ujung pistol berdekatan dan ditembakkan, ajaib, ayam itu masih hidup. "Wiiiih, keren" dalam hati saya

Setelah itu dia ajak saya ke daerah di kota, dan dia bermain judi koprok, disitu dia menang cukup banyak, seingat saya dia menang 3 juta, dia bilang, kalau memakai ini dia bisa melihat tembus pandang, melihat dadu di dalam batok kelapa, Terus saya bilang "Pinjem donk, tapi gue gak pake buat judi yah, cukup buat liat body cewek aje, tembus gak bajunya, hahhahahah"
Akhirnya saya meminjam Mustika Kelabang milik teman saya itu, eh beneran loh, kelihatan tubuh bugil cewek, bajunya seakan-akan menjadi transparan "Dalam hati saya, gile juga nih, tapi percuma juga, bisa dilihat, gak bisa dipegang, gak bisa dipake" Terus saya kembalikan ke teman saya "Nih gue balikin, gak guna, bisa dilihat, gak bisa dipegang, gak bisa dipake, tanggung!" "hahhahahhahahah" Teman saya tertawa.

Lalu teman saya bertanya, "Punya lu mau di test gak?"
"Boleh!"
Test pertama, Mustika Kelabang saya di ikat ke ayam miliknya "Doooor!"
Ayam milik teman saya mati, tentu saja wajahnya berubah jadi asem seasem-asemnya, dia bilang "Sial, mustika lu palsu kali!" Terus saya bilang "Ayamnya kita goreng aja yuk"
teman saya bilang "Gila lu ini ayam biasa gue pake buat ngadu, buat cari duit kali, masak di goreng, sayang tau" Lalu tiba-tiba dari arah belakang istrinya teman saya nyeletuk "Ayam tetap ayam, dagingnya enak kok, sini deh gue bikin ayam goreng mentega" Diambil itu mayat ayam, dan diolah jadi ayam goreng mentega, alhasil, habis dalam hitungan menit.

Lalu lanjuut test ke dua
"Mungkin Mustika Kelabang punya lu ini ahli dalam judi, coba gue pinjam, gue bawa ke kota ini malam" Kata teman saya
Teman saya kali ini wajahnya sangat asem, mungkin lebih asem daripada ketek genderuwo gak mandi selama ratusan tahun, atau lebih asem daripada cuka dicampur air lemon
"Gila lu, mustika lu gak bisa dipake buat liat tembus itu batok kelapa, gak kelihatan itu dadunya, pas masang juga gak ada hokinya, gue kalah cetiaw nih! Mustika lu PALSU!"

Saya hanya diam, tidak mau berdebat dengan teman saya, cuma di dalam hati saya, saya menyayangi Mustika Kelabang milik saya walaupun dia tidak bisa memberikan manfaat kebal tembak, melihat tembus dan hoki dalam judi, yang saya tahu, saya mendapatkannya sendiri, mengalaminya sendiri, dan melihat dengan mata kepala sendiri, saya tidak perduli apa kata orang lain walaupun itu sahabat baik saya, saya tetap menyayanginya dan menyimpannya dengan baik.

Hingga pada suatu hari, ketika saya diajak berziarah ke makam seorang tokoh Agama yang terkenal, saat itu memang ramai orang ziarah dan berdoa di makam itu, setelah saya selesai, saya mencari tempat sepi untuk menghindar dari keramaian, di tempat sepi itu saya bertemu dengan seorang kakek-kakek bersorban, beliau berkata "Selalu terhindar dari maut yang membahayakan nyawa lebih penting daripada pamer kebal peluru tajam, selalu terhindar dari kesulitan ekonomi dan bisa mencari makan masih disaat sulit masih jauh lebih penting daripada menang judi, judi tidak bisa membuat kaya, bisa melihat wanita di balik pakaian tidak bisa menyentuh dan memilikinya, masih jauh lebih baik bisa memiliki dan menyentuh wanita tersebut, daripada hanya bisa melihat saja"

Saya terdiam, saya berpikir, "wah logis juga yah ini kakek"

Saya bertanya nama kakek itu siapa, beliau terdiam, lalu teman saya menepuk pundak saya dari belakang "Lagi ngobrol sama siapa lu, stress yah?"
"Ini masa lu gak liat, ada orang di depan gue, laaah manaa itu kakek?" Saya terheran-heran, wujud kakek itu menghilang tiba-tiba padahal jelas-jelas beliau ada di depan saya

Dari kejadian itu saya bisa mengambil kesimpulan, pengetestan-pengetestan hanyalah suatu perbuatan kekanak-kanakan, kebodohan, dan berlevel rendah. Dan tentu saja bagi yang suka ngetest biasanya level mediator atau orang yang tidak punya duit.

Bagi Mustika Kelabang asli kelas tinggi, dia tidak perlu pengetestan, karena dia bisa memberikan kepastian keselamatan nyawa kita, kepastian akan kekayaan dan kesuskesan kita walaupun perjalanan dalam mendapatkannya pasti masih ada halang rintang dan masalah yang berliku-liku, dan suatu kepastian mendapatkan cinta atau mendapatkan pasangan yang kita mau.

Kalau dipikir-pikir dari sudut pandang spirit yang berada di dalam Mustika Kelabang tersebut, ketika kita mentest dia, sudah pasti di dalam pikirannya "Ini orang gak percaya banget sih" dan sudah pasti juga rasa hormatnya berkurang, karena kepercayaan dan keyakinan itu penting, apalagi kalau ketika proses mendapatkannya, kita mendapatkannya sendiri dari sumbernya langsung, sudah dipastikan 100% asli, mengenai manfaat, sudah pasti yang diberikan manfaat yang terbaik dan tidak ternilai harganya, pengetestan sama saja melukai kepercayaan seseorang, sama saja ketika kita punya cewek, cewek tersebut bilang masih perawan, dan kita suruh test keperawanan di dokter, hasil test positif bahwa si cewek perawan, namun yang menjadi negatif adalah perasaan si cewek "Ini cowok kok gak percayaan banget yah" Sudah pasti kepercayaan dan rasa hormat sudah rusak, ketika kita mengetest sesuatu yang pada intinya kita sudah tahu kebenarannya dan keasliannya, pengetestan kepada seusatu yang sudah pasti asli dan benar adalah perbuatan bodoh yang melukai kepercayaan.

Lain halnya apabila kita test sesuatu yang tidak kita ketahui kebenaran dan keasliannya, atau dalam rangka kita meriset sesuatu untuk data-data penelitian.


No comments:

Post a Comment