Collapse By Design


"Collapse By Design" itulah kata-kata yang dikeluarkan oleh ayah dari Oka Mahendra Putra seorang mantan kekasih seorang selebgram yang bernama Awkarin dan juga seorang CEO dari TAKIS ENTERTEINMENT.
Beliau mengatakan anaknya bukan bunuh diri namun dia mengalami "Collapse By Design", dia terlihat sakit namun tidak mau makan.
Saya sejujurnya bingung sekali akan kata-kata baru ini "Collapse By Design" sampai search dimana-mana, dan riset dimana-mana, tapi tetap saja tidak menemukan penjelasan yang pas.

Mungkin kata-kata inilah yang pantas untuk kematian Kurt Cobain, Chris Cornell dan yang terakhir adalah Chester Bennington, seperti yang kita ketahui mereka adalah musisi kelas dunia, jujur saja dari ketiga orang ini, saya adalah fans berat mereka, mereka adalah genius yang membawa perubahan pada dunia musik, mereka adalah sosok orang yang sukses secara finansial.

Tapi mereka kenapa bunuh diri? OH NO, mereka bukan bunuh diri, tapi mereka "Collapse By Design", saya lebih menyetujui dan menyukai kata-kata seperti itu.

"Tidak semua orang yang mengaku teman kita, adalah benar-benar teman kita"
"Orang yang mengaku teman tapi menjudge kita, itu adalah musuh"
"Orang yang mengaku teman, tapi membully dan mengejek kita ketika kita sedang bersedih, itu namanya pembunuh"
"Orang yang mengaku teman, tapi sedikit-sedikit merasa tersinggung"
"Orang yang mengaku teman, tapi seringkali memanfaatkan kita, tanpa adanya timbal balik"
"Orang yang mengaku teman, tapi ternyata, cuma pengen tau doank masalah kita, ujung-ujungnya cuma kasih doa dan kata "sabar", alias gak membantu apa-apa"
"Orang yang mengaku teman tapi cuma bisa mendoakan dan memberikan saran yang tidak masuk akal, itu adalah musuh"
Saran tidak masuk akal itu adalah, disaat ekonomi sulit ada banyak orang tolol yang menyarankan saya membuka usaha di Indonesia Timur, apakah mereka gak berpikir, kalau buka usaha atau pindah kesana, juga butuh modal dan biaya, dan juga ada proses yang memakan waktu untuk suatu usaha sampai bisa menghasilkan untung, kalau mereka membantu biayanya, berarti mereka memang benar teman sejati, tapi mereka cuma kasih saran saja, nah itulah silent killer, mereka adalah musuh dalam selimut, apalagi orang yang mendengarkan dengan sabar permasalahan dan kesulitan dalam kehidupan kita, tapi ternyata cuma bisa kasih doa, itu tandanya mereka mau terkesan berjasa tapi sebenarnya tidak berbuat apa-apa.
"Orang yang mengaku mencintai dan menyayangi kita pada faktanya adalah orang yang paling sering menyakiti kita"
"Perlakuan orang-orang di sekitar kitalah yang menyebabkan kita bisa mempunyai keberanian untuk bunuh diri"
"Pohon yang diberikan racun lama kelamaan akan mati, pohon yang dirawat dan diberikan pupuk, akan tumbuh subur dan berbuah"

Saya terlahir sebagai seorang indigo yang mempunyai bakat empath dan telepathy, tentu saja hal ini mengakibatkan saya sangat sulit untuk hidup normal dan berkerja dengan normal seperti orang normal pada umumnya, akhirnya dengan kemampuan seperti ini saya memilih jalur profesi penasihat spiritual, saya atheist dan mendalami spiritual benar-benar berbeda dengan orang-orang lainnya yang kebanyakan mengandalkan ayat-ayat agama.

Banyak sekali saya berbincang-bincang dengan roh-roh orang yang meninggal karena bunuh diri, akibatnya saya juga banyak menangani kasus bunuh diri, banyak sekali orang yang berniat bunuh diri saya gagalkan percobaan bunuh dirinya, itu semua berkat memakai kemampuan saya dalam empath dan telepathy, dengan bakat empath saya bisa mengetahui perasaannya, kesedihannya, rasa bahagianya, dan dengan bakat telepathy saya bisa mengetahui pikirannya, logikanya, kelemahan dan kekuatan dari karakter yang mau bunuh diri.

Namun disaat-saat sulit seperti ini, saya juga sempat terkena depresi, saya merasa semua orang memperlakukan saya dengan tidak baik, saya merasa segala permasalahan saya tidak ada jalan keluarnya, dan seringkali orang yang dekat dengan saya malahan mengecewakan saya dan justru paling besar mengambil andil dalam mematikan semangat hidup saya. Di dalam pikiran saya, mungkin suatu saat nanti akan ada satu titik gelap yang bisa membuat saya mempunyai keberanian untuk bunuh diri, karena merasa, kematian adalah suatu jawaban dan cara yang paling instant untuk mengakhiri penderitaan hidup ini.

Memang terdengar ironis sekali, orang yang banyak mencegah orang bunuh diri, malahan mempunyai niat bunh diri.

Disaat-saat saya mengalami titik gelap, dimana keberanian saya sudah bulat untuk bunuh diri, teman-teman saya yang berasal dari dunia astral berhasil mencegah saya untuk bunuh diri, saya kaget, dan bingung, kenapa semua bisa begini, yang saya temukan kenapa saya bisa mempunyai pikiran bunuh diri dan kembali menjadi sosok yang penuh optimisme dalam menghadapi segala macam persoalan dalam kehidupan, solusinya bukanlah di Tuhan, karena saya seorang atheist, solusinya juga bukan di teman-teman, solusinya juga bukan anak-anak atau pasangan saya, karena saya merasa, tidak ada orang didunia ini yang bisa mengerti diri saya, kecuali diri saya sendiri, namun saya lupa, saya mempunyai teman-teman astral, mereka yang seringkali tidak terlihat, tidak terasakan, namun bisa hadir di saat-saat yang tepat.

Akhirnya saya minum multivitamin, untuk menambah stamin dan kesegaran tubuh, lalu saya kembali lagi berolah raga, dan saya berhasil memutuskan pertemanan dengan orang-orang yang meng klaim dirinya mereka adalah teman saya, akhirnya saya bisa membedakan, yang mana teman sejati atau teman yang bisa membunuh kita, yaitu "collapse by design"

Ya benar, orang yang membunuh kita adalah teman-teman kita, atau bahkan pasangan kita, mereka adalah silent killer yang tidak pernah kita sadari sebelumnya.
Mereka membunuh kita dengan kata-kata kasar yang menunjukkan ketidakpedulian mereka, hati nurani mereka tumpul, mereka merasa paling suci, paling benar, dan kebanyakan rata-rata membawa agama.

Hati nurani mereka sudah mati, setiap harinya mereka mungkin mengalami kekerasan dan kepahitan dalam hidupnya, tidak mungkin mereka menjadi sosok yang bisa menyelamatkan kehidupan.

Apalagi pasangan, kebanyakan pasangan maunya dicintai dan disayangi, mereka selalu maunya menerima, tanpa disadari mereka tidak pernah memberi, jadi hanya satu arah.

Untuk teman-teman yang beracun, kita bisa hindari dengan cara blokir mereka dari social media dan nomer telepon mereka. Namun kalau pasangan yang menjadi racun, that's another story, thats take me to a whole different level, kita tidak bisa menghindari mereka, kita tidak bisa lari begitu saja dari mereka, dan mereka terus-terusan menyakiti kita dengan kata-kata dan perbuatan, yang sangat tidak logis disaat situasi dan kondisi yang tidak tepat.

Namun disaat-saat genting, justru yang menolong saya adalah menonton film bokep.
Walaupun bokep itu sangat tidak realistis dan berbeda sekali dengan kenyataan, itu cukup menolong saya untuk bisa menghibur dan escape sekian detik dari kenyataan hidup yang pahit.

Mungkin bagi sebagian orang, dengan menghisap ganja itu menolong, namun saya tidak bisa mengkonsumsi ganja, karena menurut pengamatan saya, teman-teman saya yang rajin banget mengkonsumsi ganja, kebanyakan pikirannya sudah cacat secacat-cacatnya, ada kekurangan dari diri mereka yang dulu, ada penurunan kualitas pemikiran, dan juga seringkali terlalu santai menghadapi suatu persoalan, sehingga kesigapan dan kegesitan dalam menangani sesuatu jauh berkurang, dan seringkali malah menambah masalah yang ada dengan kecerobohan-kecerobohan yang seringkali terjadi.

Kenapa bukan meditasi?

Saya sering sekali bermeditasi, namun saya rasa saya sudah jenuh dalam bermeditasi, dalam meditasi juga ada kepalsuan dan silent killer, juga terletak keputus asaan, dimana kita tidak bisa berbuat apa-apa ketika menghadapi situasi dan kondisi di luar batas kemampuan dan kapasitas kita.

Saya lebih sering fokus berkomunikasi dengan diri sendiri, mencintai diri sendiri, membebaskan diri sendiri dari belenggu kebahagiaan, cinta, dan pencapaian materi

Hutang adalah suatu bentuk perbudakan, sama halnya dengan sex, itu suatu perbudakan juga, pencarian harta yang berlebih dan kesuksesan, juga adalah suatu bentuk perbudakan.

Dan juga ada kata-kata yang sangat bagus dan masuk akal yang bisa diterima dengan akal sehat saya "Bank bisa menyita rumah kita, melelang rumah kita, Finance bisa menyita mobil kita, perampok bisa merampok harta kita, orang bisa mengambil pasangan kita, tapi jiwa kita, bakat kita, kebaikan hati kita, kejujuran kita, kasih sayang kita, tanggung jawab kita, mereka tidak bisa ambil"

Saya membebaskan diri dari berbagai macam perbudakan yang saat ini menjadi silent killer dan benih-benih collapse by design.

Banyak sekali berita hoax, kalau bisa hindari dan hilangkan, banyak sekali iklan, dan informasi-informasi sesat yang apabila kita telan mentah-mentah, akan menjadi silent killer dalam diri kita.

Fuck Idealism!

Jadilah manusia seutuhnya, lengkap dengan kekurangan dan kelebihan, dan segala permasalahan di dalam dunia ini hanyalah siklus, tidak ada kaya dan bahagia yang abadi, tidak ada kesedihan dan kemiskinan yang abadi, semuanya hanya sementara, siklus dan ilusi, karena semua manusia berapapun umurnya, pasti akan mati juga.

Jadi solusi saya untuk mencegah bunuh diri adalah:
  • Minum multivitamin
  • Olah raga
  • Memutuskan pertemanan dengan teman-teman yang beracun
  • Mencintai diri sendiri
  • Mempertebal logika
  • Memahami bahwa hidup ini siklus
  • Membebaskan diri dari segala macam perbudakan, budak kesuksesan, budak cinta, budak sex, budak hutang
  • Berpikir realistis
Semoga bermanfaat bagi kaum agnotis, atheis, dan bagi orang yang sudah mentok dalam kehidupan dan berpikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Oh iya, saya juga riset dan mempelajari, dan juga hasil wawancara saya dengan para roh yang bunuh diri, dan saya juga riset roh yang bunuh diri dan terlahir kembali di dunia ini, mati itu tidak jaminan kita keluar dari permasalahan yang ada, masih ada kemungkinan akan terlahir kembali atau mengalami masalah yang jauh lebih rumit dan jauh lebih susah. Karena banyak sekali orang yang mengakhiri hidupnya karena merasa hidupnya penuh dengan masalah dan kesulitan, tentu saja kematian bukan solusi yang tepat, bukan jaminan di alam sana kita sudah lupa akan masalah dan terbebas dari masalah yang ada, dan juga tidak ada yang mengetahui dan memberikan bukti secara fakta tentang dunia kematian atau kehidupan setelah kematian atau kehidupan setelah terlahir kembali itu seperti apa.

No comments:

Post a Comment