Cara Meditasi yang baik dan benar


Banyak sekali orang yang sering bertanya kepada saya "Suhu, bagaimana sih cara meditasi yang baik dan benar?" Inilah jawaban saya

Tidak ada meditasi yang baik dan benar, tidak ada tingkat tertinggi dan tingkat terendah dalam praktek meditasi sebenarnya.

Meditasi itu tidak punya tujuan dan tidak ada hasilnya, meditasi itu hanyalah salah satu faktor penyeimbang di dalam kehidupan kita sehari-hari. Apabila hidup kita seimbang tentu saja tujuan kita dalam hidup akan bisa sampai.

Namun dalam prosesnya ketika kita bermeditasi, kita akan dekat sekali dengan alam semesta, kita akan menyadari, dan bisa membedakan yang mana yang nyata, dan yang mana yang ilusi.

Yang nyata itu hanyalah alam semesta beserta isi-isinya, planet, air, udara, orang tua, semua itu nyata, dan harus terus dirawat untuk kelangsungan hidupnya. Kalau tidak dirawat tinggal kita alami saja apa akibatnya, contoh: apabila kita tidak mandi, tubuh kita bau. Contoh lagi: apabila tidak ada air bersih, kemungkinan akan sulit hidup Contoh lagi supaya lebih jelas: apabila tidak ada oksigen, tentu saja tidak ada kehidupan. Oleh karena itulah alam ini harus dirawat, andaikan semua manusia meluangkan waktunya untuk merawat alam ini, tetapi pada kenyataannya manusia selalu sibuk mencari uang, mencari cinta, mencari Tuhan, mencari kebenaran, mencari kekuasan, namun jarang sekali manusia yang merawat alam. Mereka-mereka yang merawat alam inilah orang yang berhati paling mulia sama seperti orang yang berkorban, mereka adala para malaikat di dunia nyata.

Efek samping dari meditasi adalah kesadaran, kita sadar dan kita mampu menggunakan logika kita.
Kita cenderung bisa memilah yang mana yang baik dan benar, kita mampu menembus batas ilusi, dimana kita mempunyai kemampuan melihat dari dalam, bukan dari luarnya, hal itu terjadi karena kita mampu untuk menyatu dengan alam semesta, alam semesta tidak menyembunyikan apa-apa dari kita selama kita masih mempunyai cukup umur untuk bisa belajar dari alam semesta ini.

Tehnik meditasi saya cukup simple, bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, gak perlu atur nafas atau hitung nafas, gak perlu konsentrasi ala tukang sulap, gak perlu pose lipet aneh-aneh yang bikin kaki kesemutan atau badan keseleo. Meditasi bagi saya adalah berusaha menikmati pikiran aneh saya, ilusi saya, khayalan saya, kita nikmati dengan tubuh serelax mungkin, dengan nafas yang alami tanpa dibuat buat, dengan posisi senyaman mungkin, biasanya posisi saya posisi tidur, jadi ada saatnya ketika pikiran kita yang mengelana melebur menjadi satu ketika kita menyatu dengan alam semesta, dan hal ini sulit sekali digambarkan dengan kata-kata kecuali anda mengalaminya sendiri, ketika anda menyatu dengan alam semesta, anda bisa mengetahui rahasia alam semesta ini, anda mengetahui apa itu ilusi dan apa itu kenyataan, anda menjadi bagian dari alam semesta dan alam semesta adalah anda, seketika anda langsung tanpa sadar pasti sudah tertidur, namun itu tidak masalah.

Terkadang ketika kita tertidur sehabis meditasi, kita mengalami Astral projection, namun menurut saya itu adalah salah satu petunjuk agar kita bisa mempelajari alam semesta ini lebih baik lagi.

Terkadang ketika sehabis meditasi, tubuh ini terasa segar adanya, itu baik, namun jangan dijadikan tujuan dalam meditasi.

Terkadang tubuh ini lelah atau mengalami sensasi tubuh bergerak sendiri, nikmati saja, tetap relax, nikmati rasa takut dan rasa senang yang terjadi ketika kita bermeditasi.

Terkadang ketika bermeditasi seringkali kita mengalami orgasme otak, dimana ada seperti aliran energy dari tulang ekor bawah keluar ke ujung ubun-ubung kepala kita, nikmati saja, namun itu bukan tujuan dari meditasi, dan hal itu tidak membuat anda lebih sakti atau lebih cerdas dari manusia lainnya yang tidak pernah mengalami sensasi seperti itu.

Meditasi itu tidak punya tujuan, tujuan untuk sakti, tujuan untuk sehat, tujuan untuk kaya, tujuan untuk menyatu dengan alam semesta, tujuan untuk bisa melihat mahluk Astral, meditasi adalah salah satu wujud keikhlasan dimana keikhlasan itu menjadi penyeimbang dalam kehidupan kita sehari-hari ketika kita mencari nafkah, meditasi itu adalah wujud cinta sejati ketika di dalam dunia nyata kita tidak akan pernah merasakan cinta sejati. Meditasi itu adalah penyeimbang, prinsip alam semesta ini berjalan atas hukum keseimbangan, kelahiran kematian, tarik nafas buang nafas, memberi menerima, panas dan dingin.

Ketika kita meditasi kita melebur dan menyatu bersama alam semesta, kita menjadi bumi, kita menjadi udara, kita menjadi air, kita menjadi panas, kita menjadi dingin, kita menjadi pria, kita menjadi wanita, kita menjadi tua, kita menjadi anak-anak.

Meditasi itu ketika dikuasai tidak ada tingkat master dan nubie, yang ada hanyalah orang yang baru belajar dan orang yang masih belajar, perbedaannya cuma kapan waktu memulainya.

Meditasi itu bebas, gaya apapun, dimanapun, cara apapun, setiap orang berbeda-beda.

Meditasi itu bisa menjadi tidak ada guna ketika ada mengklaim caranya paling benar, dan menjelekkan orang yang caranya berbeda. Semua orang mempunyai caranya masing-masing.

Meditasi yang baku dan benar itu tidak ada, dan tidak penting juga untuk ada riset yang berkepanjangan meneliti efek dari meditasi.

Pada intinya meditasi itu adalah salah satu kebutuhan spiritual manusia untuk bisa faham dan menyatu tentang keberadaan manusia, keberadaan sebenarnya, bukan keberadaan ilusi.

Kecerdasan itu hanyalah efek samping yang ditimbulkan dari rajinnya bermeditasi, namun itu bukanlah tujuan akhir dari meditasi.

2 comments: